Batam, topiknusantara.com,- Ikatan Keluarga Rokatenda Kota Batam (IKABERO) secara resmi membubarkan panitia penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/9/2026).
Pembubaran panitia tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat Kecamatan Palue yang hadir langsung dari NTT ke Kota Batam, yang juga merupakan Kepala Desa Reruwairere, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Afelinus Wongga.
Ketua IKABERO Batam, Silvester Sosu, mengatakan penggalangan dana dilaksanakan selama tiga hari di sejumlah titik di Kota Batam. Dari kegiatan tersebut, panitia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp143.142.000.
“Selama tiga hari kami melakukan penggalangan dana di beberapa titik di Kota Batam. Puji Tuhan, total dana yang berhasil terkumpul sebesar Rp143.142.000,” ujar Silvester.
Ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Batam yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Palue yang terdampak bencana.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Batam terhadap saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Batam yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga bantuan yang terkumpul dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di Kecamatan Palue,” katanya.
Silvester juga berharap masyarakat Palue diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi bencana serta proses pemulihan yang masih berlangsung.
Ia menegaskan, dana yang terkumpul tersebut dalam waktu dekat akan diantarkan dan diserahkan secara langsung ke Palue.
“Dalam waktu dekat, dana ini akan kami antarkan langsung ke Palue. Kami ingin memastikan bantuan yang dikumpulkan dari masyarakat Batam ini dapat sampai dan dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di sana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Reruwairere, Afelinus Wongga, mengapresiasi kepedulian dan dukungan IKABERO Batam bersama masyarakat Kota Batam terhadap masyarakat Palue.
Afelinus mengatakan hingga saat ini masih banyak masyarakat terdampak yang mengungsi di sejumlah posko pengungsian. Kondisi tersebut membuat dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan.
“Memang sampai saat ini masih banyak masyarakat yang berada di posko-posko pengungsian. Karena itu, dukungan dan bantuan dari berbagai pihak sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan berbagai instansi yang telah memberikan perhatian serta turun tangan dalam penanganan bencana di Palue.
Menurut Afelinus, dukungan dari BNPB pusat, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, serta para tenaga kesehatan sangat membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah pusat. BNPB pusat, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, termasuk para tenaga kesehatan, luar biasa. Mereka telah memberikan perhatian dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak,” katanya.
Afelinus berharap kepedulian dan solidaritas seperti yang ditunjukkan IKABERO Batam dapat terus mengalir kepada masyarakat Palue, khususnya selama proses pemulihan pascabencana.
Dengan terkumpulnya dana sebesar Rp143.142.000, IKABERO Batam memastikan hasil penggalangan tersebut akan dibawa langsung ke Palue dalam waktu dekat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban panitia kepada masyarakat yang telah mempercayakan bantuan mereka untuk disalurkan kepada para korban terdampak bencana.

