Batam, Topiknusantara.com,- Publik kembali dibuat bertanya-tanya terkait dugaan kecelakaan kerja fatal di PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Kota Batam. Isu ini mencuat setelah beredarnya sebuah tautan berita pada Minggu malam (25/4/2026) sekitar pukul 21.24 WIB melalui pesan berantai.
Tautan tersebut mengarah ke portal Fokuskepri.com dengan judul yang cukup menghebohkan: “Pasca Peringatan Menaker, Laka Kerja Meninggal Dunia Kembali Terjadi di PT ASL Shipyard.” Judul itu langsung menarik perhatian luas karena mengindikasikan adanya korban jiwa baru.
Namun kejanggalan muncul ketika tautan tersebut dibuka. Alih-alih menampilkan isi berita, halaman justru menunjukkan kode 404 Not Found, yang berarti konten tidak tersedia atau telah dihapus dari sistem.
Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah publik. Apakah berita tersebut sempat tayang lalu ditarik, atau memang terjadi kesalahan teknis? Ataukah ada informasi sensitif yang sengaja ditahan agar tidak menyebar lebih luas?
Perhatian publik semakin besar mengingat sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, telah memberikan peringatan keras kepada PT ASL Shipyard untuk segera membenahi sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) setelah serangkaian kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa.
Dalam praktik jurnalistik digital, tautan yang berubah menjadi 404 Not Found umumnya mengindikasikan konten telah di-unpublish atau dihapus. Dalam konteks isu keselamatan kerja, situasi ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut nyawa pekerja dan transparansi informasi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah benar telah terjadi kecelakaan kerja terbaru di lingkungan PT ASL Shipyard. Hal ini semakin memperkuat spekulasi di tengah masyarakat dan kalangan pekerja.
Topiknusantara.com mendesak pihak Disnaker, Polresta Barelang, serta manajemen PT ASL Shipyard untuk segera memberikan klarifikasi terbuka. Sebab, ketika informasi penting justru menghilang, publik akan terus bertanya: ada apa sebenarnya di PT ASL Shipyard?.(red

