Batam, Topiknusantara.com,- Dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan di wilayah Sagulung, Kota Batam, masih menjadi perhatian publik. Kasus yang telah mencuat sejak 2025 ini dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, meski jumlah korban disebut terus bertambah.
Sejumlah pihak mulai mendorong agar penanganan perkara tersebut dapat berjalan lebih transparan dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.
Kasus ini diduga melibatkan seorang perempuan berinisial C.P., yang oleh sejumlah pelapor disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab. Namun hingga kini, status hukum yang bersangkutan masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum.
Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Batam, Martua Susanto Manurung, pada Senin (12-04-2026), menyampaikan harapan agar aparat dapat menangani perkara ini secara lebih optimal.
“Ketika jumlah korban terus bertambah, tentu diperlukan langkah yang cepat dan tepat agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, apabila laporan telah cukup lama berjalan, maka penting bagi aparat untuk memberikan perkembangan informasi kepada publik sebagai bentuk transparansi.
PBB Batam juga mendorong agar proses hukum dapat ditingkatkan ke tahap berikutnya apabila alat bukti dinilai telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Selain itu, langkah antisipatif juga dinilai penting guna mencegah kemungkinan bertambahnya korban.
Di sisi lain, kuasa hukum korban, Bastian Surbakti, S.H. dari Kantor Hukum JAP dan Rekan, berharap agar aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti laporan yang telah diajukan.
“Kami berharap penanganan perkara ini dapat berjalan maksimal, sehingga memberikan kepastian hukum serta perlindungan bagi para korban,” ujarnya.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa keterbukaan informasi menjadi hal penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Sementara itu, masyarakat yang merasa dirugikan diimbau untuk menyampaikan laporan secara resmi serta melengkapi bukti pendukung guna memperkuat proses hukum yang sedang berjalan.
Berbagai pihak berharap kasus ini dapat segera menemukan titik terang, sehingga memberikan rasa keadilan sekaligus menjaga situasi yang kondusif di tengah masyarakat.

