Juni 13, 2024

Berita Informasi Nusantara

Stop BBM Rekomendasi Dinas Sosial ke Hinterland, Masyarakat Hinterland Menjerit

2 min read

Topiknusantara.com, Batam | Masyarakat di tiga Desa di Kecamatan Galang tak dapat menikmati penerangan, pasalnya Genset yang digunakan sebagai Sumber Penerangan di tiga Desa tidak dapat beroperasi karena Bahan Bakar Minyak (BBM) di stop oleh Pertamnina Batam.

Adapun tiga desa yang mengalami gelap gulita akbibat BBM distop Pertamina Batam yakni Desa Pulau Seraya Kelurahan Batu Legong, Desa Pulau Nanga kelurahan Galang Baru dan Desa Tanjung Melagan Kecamatan Galang.

Masyarakat ketiga Desa Hinterland itu menyanyangkan sikap Pertamina Kota Batam yang bertindak sepihak dan semena-mena, dengan sengaja menyetop jatah BBM yang mana BBM tersebut untuk kebutuhan Hajat Hidup orang Banyak (tiga Desa-red).

“Sejak distop BBM tiga bulan lalu desa kami tak ada penerangan, anak-anak kami tak bisa belajar untuk mengerjakan PR dan kegiatan lainnya masyarakat di 3 Desa yakni Desa Pulau Seraya Kelurahan Batu Legong, Desa Pulau Nanga kelurahan Galang Baru dan Desa Tanjung Melagan Kecamatan Galang. Ini namanya penjoliman oleh Pertamina terhadap warga di tiga Desa ini,”ujarnya dengan nada Kesal

Lanjutnya, apabila tidak ada penyaluran BBM ke Desa Kami, maka jangan salahkan warga dari 3 Desa ini menggelar Aksi Demo ke Kantor Pertamina Batam Center.

“Kami akan tuntut pimpinan pertamina Batam di Buang dari Batam, karena telah menjolimi kami warga Hinterland, masakan 3 bulan ini jatah BBM di Stop ke desa Kami,” ujar Warga Seraya yang namanya minta dirahasiakan.

Kegunaan BBM itu, kata Sumber, untuk menghidupkan Mensin Genset yang digunakan warga untuk penerangan jalan Desa, rumah Ibadah dan panti Asuhan dan kebutuhan penerangan warga.

“Akibat penyetopan BBM tersebut, kami warga pulau susah untuk melakukan ibadah karena Genset tak bisa hidup akibat BBM tak ada,”ujarnya dengan nada Kesal

Baca berita lainnya  HUT PT PLN Batam ke- 23, PLN Batam Luncurkan Promo Gebyar Diskon Tambah Daya

Sementara itu, Pihak Operator Penyaluran BBM atau Pertamina Kota Batam, melalui Saudara Gilang menampik bahwa penyetopan BBM untuk kalangan sosial tersebut bukan dari pihak mereka melainkan kebijakan BPH Migas.

“Penyetopan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Rekomendasikan Dinas Sosial Kota Batam yang ditujukan kepada kalangan sosial di daerah Hinterland bukan pertamina Batam yang menyetop tapi itu instruksi dari BPH Migas Pusat,”ujarnya

Lebih jauh Gilang mengatakan, akibat penyaluran BBM melalui Dinas Sosial yang dilakukan selama ini berimbas pada perpimdahan Pimpinan Pertamina Batam. BPH Migas memberikan sanksi materi terhadap petugas yang menyalurkan BBM kelangan sosial itu.

“Pimpinan Pertamina Batam Pindah Gegara ada kesalahan penyaluran BBM seperti rekomendasi Dinas Sosial,”ujar Gilang

Ditanya soal Kebijakan, kata Gilang, tidak ada kebijakan karena jika tetap disalurkam maka akan jadi temuan BPH.

“Saya akan berupaya mencari solusi agar BBM masuk ke Hinterland kebutuhan husus kalangan sosial itu, tapi terlebih dahulu saya koodinasikan ke BPH Migas Pusat. Mas bantu saya agar cepat dapat respon dari Migas,” cetus Gilang

Hingga berita ini diunggah redaksi masih melakukan konfirmasi kepada Humas BPH Migas .(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *